Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Milea surat dari dilan
Tidak Tersedia Deskripsi
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 BAI m
|
| Penerbit | Pastel Books : Bandung., 2016 |
| Deskripsi Fisik |
360 hlm, ilust, 20,5 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-602-0851-56-3
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
II
|
| Subjek |
-
|
| Info Detail Spesifik |
Novel ini bercerita tentang Bandung yang kembali ke era 90-an. Panglima tempur salah satu geng motor, Dilan (Iqbaal Ramadhan) menjalin hubungan dengan seorang siswi baru dari Jakarta bernama Milea (Vanesha Prescilla). Dilan berusaha keras untuk mendapatkan Milea. Walaupun awalnya Milea merasa aneh dengan Dilan, namun lama-lama keduanya saling jatuh cinta juga. Jalinan hubungan antara Milea dan Dilan ternyata membuat teman-temannya berpikir berbeda, Dilan mulai terasa jauh dengan anggota geng. Suatu hari terjadi peristiwa mengerikan, salah satu anggota geng motor, Akew (Gusti Rayhan) meninggal akibat dikeroyok oleh sekelompok orang. Kejadian itu tentu membuat Milea khawatir akan keselamatan Dilan. Sebagai bentuk peringatan, Milea memutuskan untuk berpisah dengan Dilan. Milea berharap Dilan menjauh dengan dunia geng motor. Peristiwa Akew juga menyeret Dilan ke pihak berwajib bersama teman-temannya. Perpisahan yang tadinya hanya gertakan Milea menjadi perpisahan yang berlangsung lama sampai keduanya lulus kuliah dan dewasa. Akan tetapi, Dilan dan Milea masih membawa perasaan yang sama saat keduanya kembali bertemu di reuni, hanya saja masing-masing sudah memiliki pasangan. Apabila dua film sebelumnya berasal dari sudut pandang Milea, kali ini cerita berasal dari sudut pandang Dilan. Milea: Suara dari Dilan berada dalam arahan sutradara Fajar Bustomi dan Pidi Baiq serta penulis naskah Pidi Baiq dan Titien Wattimena.
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






